Kalendar Kegiatan
November 2014
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6
Jejaring Sosial Kami :
  • Facebook: thesomt
  • Twitter: CandiMuaroJambi
  • External Link: sangkek.com/index.php?do=/somt/
Jumlah Tamu On-line :
We have 5 guests online

Candi Muarojambi Dalam Daftar Tentatif World Heritage UNESCO no.5465


 

Di Kawasan Situs Candi Muarojambi yang mencakup area seluas 2062 hektar, setidaknya ada 82 reruntuhan bangunan kuno yang terbuat dari konstruksi batu bata. Tujuh dari candi-candi kuno tersebut telah diberi perlakuan konservasi intensif; sedangkan struktur sisanya ditutupi dengan vegetasi primer dan sekunder, dan dikelilingi oleh perkebunan tanaman endemik khas pulau Sumatera (ditanam oleh masyarakat setempat), yang dikenal sebagai Menapo. Tujuh Kawasan candi itu adalah Gumpung, Tinggi I, Tinggi II, Kembar Batu, Astano, Gedong I, Gedong II, dan Kedaton. Selain itu beberapa kanal kuno dan kolam lama yang sebelumnya ditutupi dengan vegetasi air telah dibersihkan dan sekarang dikembalikan ke normal, seperti kanal-kanal kuno di Kawasan Candi dan danau Telago Rajo.

Berdasarkan pada penelitian arkeologi dan sumber-sumber sejarah, Kawasan Situs Candi Muarojambi pernah pusat ibadah dan pendidikan agama Buddha di masa Kerajaan Melayu Kuno di abad ke 7 -14.

Penilaian Atas Nilai-Nilai Universal yang Luar Biasa

Kawasan Situs Candi Muarojambi memiliki nilai universal luar biasa seperti yang terlihat dari temuan warisan budaya dan lingkungan yang relatif utuh dan terawat yang telah dipelihara oleh masyarakat setempat. Dengan memiliki nilai-nilai tersebut, Kawasan Situs Candi Muarojambi memiliki potensi untuk dinominasikan sebagai Warisan Dunia, sesuai dengan kriteria dalam Pedoman Operasional untuk Pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia, sebagai berikut:

  • Untuk menunjukkan pertukaran penting dari nilai-nilai kemanusiaan, selama rentang waktu atau dalam wilayah budaya dunia, pada perkembangan arsitektur atau teknologi, seni monumental, perencanaan kota atau desain lansekap. Kawasan Situs Candi Muarojambi menggambarkan pertukaran budaya dan nilai-nilai manusia selama rentang waktu dalam periode Hindu - Buddha budaya di Indonesia dan khususnya di Jambi. Nilai-nilai kemanusiaan yang tercermin dalam pembangunan candi berdasarkan filosofi Hindu-Buddha. Dalam hal teknologi dan arsitektur, struktur kawasan situs menggambarkan keterampilan dan pengetahuan di berbagai bidang mulai dari pemilihan lokasi, metode membangun kuil dan penggunaan lahan disesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan kompleks kuil. Kawasan Situs Muarojambi, yang terletak di daerah aliran Sungai Batanghari dan merupakan daerah rawan banjir, telah disesuaikan untuk dapat menjadi kawasan yang layak untuk ritual ibadah dan untuk tempat tinggal pada waktu itu. Temuan kanal buatan manusia yang menghubungkan daerah di sekitar kompleks candi dan waduk penampungan air, adalah bukti bahwa masyarakat masa lalu memiliki kearifan lokal untuk menghemat air, menggunakan kanal untuk transportasi, mendapatkan sumber protein dari berbagai jenis ikan yang dibudidayakan dalam kanal yang terhubung ke Sungai Batanghari. Dari sudut pandang arsitektur, jelas bahwa masyarakat lokal di sekitar kompleks candi Muarajambi saat itu telah memiliki kapasitas untuk merancang dan membangun struktur dari batu bata mengikuti filosofi Hindu-Buddha. Teknologi dalam memproduksi batu bata blok-mulai dari pemilihan bahan, pencetakan, pemanas, dan menerapkan teknik-konstruksi dianggap sebagai pengetahuan dan keterampilan yang unik dari orang-orang di masa itu.

 

  • Untuk menjadi kesaksian yang unik dan luar biasa untuk sebuah tradisi budaya atau peradaban yang hidup atau yang telah hilang. Kawasan Situs Muarojambi adalah bukti dari sebuah peradaban yang dibangun di era Kerajaan Melayu kuno sekitar abad ke-7  sampai abad ke-14 Masehi (era Hindu-Buddha di Jambi).

 

  • Menjadi sebuah contoh luar biasa dari jenis bangunan,  arsitektur atau teknologi ansambel atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam pemukiman manusia tradisional, penggunaan lahan, atau manajemen air yang mewakili nilai-nilai budaya atau interaksi antar budaya, atau interaksi manusia dengan alam, terutama ketika mereka menjadi rentan terhadap dampak perubahan yang tidak dapat dicegah; Dari titik berdiri arsitektur, kompleks Candi Muarojambi adalah struktur yang khas dibangun di zaman era Hindu-Buddha di Sumatera sekitar abad ke-7 Masehi sampai abad 14 Masehi. Setidaknya ada 82 reruntuhan bangunan kuno yang ditemukan di situs ini. Tujuh dari mereka telah diberi perlakuan konservasi Intensif, yaitu Gumpung itu, Tinggi I, Tinggi II, Kembar Batu, Astano, Gedong I dan Gedong II, dan Kedaton.

 

Diterjemahkan dari: http://whc.unesco.org/en/tentativelists/5465



Tambahkan Artikel ini di situs jejaring sosial Anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP