Kalendar Kegiatan
July 2014
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Jejaring Sosial Kami :
  • Facebook: thesomt
  • Twitter: CandiMuaroJambi
  • External Link: sangkek.com/index.php?do=/somt/
Jumlah Tamu On-line :
We have 1 guest online

Lian Bo Rinpoche dari Tibet Mengelilingi Candi Muarojambi


 

JAMBI – Situs percandian Muarojambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, tidak hanya dikenal oleh masyarakat di lingkungan Provinsi Jambi, kini situs yang luasnya dua puluh kali lebih luas dari Candi Borobudur di Jawa Tengah dan dua kali lebih luas dari Kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja, maka tak heran apabila kompleks percandian Candi Muarojambi pun disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara.

 

 

 Kini peninggalan sejarah bagi umat Buddha di masa Kerajaan Melayu abad VII hingga XIV ini masih menumbuhkan getaran yang dirasakan di Tibet (Cina) hingga kini.

Tersebarnya Candi Muarojambi melalui situs internet dikawasan Tibet, telah menjadikan lawatan para Bhiksu untuk berkunjungi ke Provinsi Jambi, khususnya ke Candi Muarojambi, seperti Lian Bo Rinpoche yang sengaja datang ke Jambi melalui Singapure, kedatangan Lain Bo Rinpoche bersama beberapa warga Singapore dari tanggal 22 hingga 24 Oktober 2012.

 

Kedatangan rombongan Lian Bo Rinpoche disambut oleh tokoh pendiri “Masyarakat Peduli Candi Muarojambi”, Bapak Hidayat, hari pertama mereka mengunjungi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, hari kedua rombongan mengunjungi candi Muarojambi, di antaranya Bukit Sengalo (Bukit Perak), Candi Gumpung, Candi Tinggi I dan Candi Tinggi II, lalu istirahat makan siang, setelah itu dilanjutkan dengan mengunakan sepeda motor rombongan ke Candi Koto Mahligai yang jaraknya sekitar 4 kilometer, pulang dari Candi Koto Mahligai rombongan Lioan Bo Rimpoche mampir ke Candi Gedong I dan II, Candi Kedaton dan Candi Astano.

Pada kesempatan tersebut Lian Bo Rinpoche menyempatkan diri melepaskan ratusan burung ke alam bebas di dua lokasi, yaitu di Bukit Sengalo dan dekat Candi Tinggi I.

 

 

 

Rabu pagi rombongan Lian Bo Rinpoche kembali mengunjungi Museum Negeri Jambi yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 1, Jambi, yang menyimpan beragam peninggalan sejarah yang berjumlah hampir 3.000 buah. Koleksi utama dan menjadi ikon museum adalah arca Avalokiteswara yang terbuat dari emas, medali emas persegi tujuh dari Turki, dan kalung emas. Sebelum kembali ke Singapure via Batam, rombongan Rinpoche diterima oleh Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus dirumah dinasnya, pada kesempatan tersebut, Gubernur Hasan Basri Agus sempat bertanya kepada Lian Bo Rinpoche dari mana bisa mengetahui situs Candi Muarojambi yang ditercemahkan dari bahasa Indonesia ke Inggris, lalu dijawab Lian Bo Rinpoche, bahwa para rinpoche di Tibet mengenal situs Candi Muaro Jambi melaui internet bahasa mandarin.

 

Lian Bo Rinpoche juga menyampaikan rasa kagum dan puas dapat melihat langsung serta keliling candi Muarojambi selama sehari di dampingi Hidayat selaku tokoh pendiri Masyarakat Peduli Candi Muarojambi, “Saya merasa sangat puas dapat mengunjungi candi Muarojambi secara langsung dan sangat berterima kasih atas keramah tamahan masyarakat setempat”. (ungkapan dalam bahasa mandarin).

Sekitar pukul 14.30 rombongan menuju bandara Sultan Thaha untuk kembali ke Singapure melalui transit kepulauan Riau. (Romy)



Tambahkan Artikel ini di situs jejaring sosial Anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP