Kalendar Kegiatan
September 2014
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
Jejaring Sosial Kami :
  • Facebook: thesomt
  • Twitter: CandiMuaroJambi
  • External Link: sangkek.com/index.php?do=/somt/
Jumlah Tamu On-line :
We have 1 guest online

Prasasti Talang Tuwo


Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat kota Palembang, berangka tahun 606 Saka/684 Masehi. Isi prasasti Talang Tuwo adalah mengenai pembangunan suatu taman yang luas, Sriksetra, Bukit Siguntang oleh Raja Sriwijaya sebagai hadiah untuk rakyatnya. Selain berisi pesan dari raja, prasasti tersebut juga memuat doa-doa dedikasi untuk kebahagiaan raja Sriwijaya dan kebahagiaan semua makhluk.

 

Isi prasasti Talang Tuwo:

1. svasti çrï çakavarsâtïta 606 dim dvitïya çuklapaksa vulan caitra sana tatkâlânya parlak çrïksetra ini niparvuat

Svasti! Pada tahun Saka 606, pada hari ke-2 di bulan purnama caitra, inilah waktu Taman Sriksetra dibuat

2. parvâ n dapunta hiyang çrï jayanâça mi pranidhânâm dapunta hiyang savaňyakňya yang ditánam di sini ňyiyur pinang hanâu o ru

Yang diberikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa sebagai suatu pemberian dengan pesan untuk menanam sebanyak mungkin pohon kelapa, pinang, aren,

3. mviya dngan samiçrânya yang kâyu nimâkan vuahňya tathâpi haur vuluh pattung ityevamadi  punarapi yang parlak vukan

sagu, dan sebagainya dimana buahnya dapat dimakan, termasuk aur, buluh, betung, dan tanaman sejenisnya.

4. dngan tavad talâga savaňyakňya yam vuatku sucarita parâvis prayojanâkan punyânya sarvvasatva sacarâcara varo páyáňya tmu

Bersama dengan kebun-kebun, telaga-telaga, dan danau-danau lainnya. Semua ini didedikasikan demi kebahagiaan semua makhluk, demi kesejahteraan semua makhluk dan demi kebaikan lingkungan.

5. sukha di âsannakâla di antara mârgga lai tmu muah ya áhára dngan áir niminumňya  savaňakňya vuatňa huma parlak maňcak mu-

Agar semua upaya mulia ini membawa kebahagiaan dalam banyak cara. Semoga beliau tak pernah kekurangan makanan dan air untuk diminum. Agar semua yang telah beliau buat seperti ladang dan kebun

6. ah ya manghidupi раcu prakára marhulun tuvi vrddhi muahya jáňgan ya niknái savaňyakňya yang upasargga piddana svapnavíghna  varang vua-

Menghidupi kehidupan banyak orang. Agar semua rakyatnya hidup sejahtera. Agar beliau selalu bebas dari semua mara bahaya, kejahatan, sakit dan susah tidur

7. tňya kathamapi anukula yam graha naksatra parávis diya nirvyádhi ajara kavuatanáňya  tathápi savaňakňa yam bhrtyáňya

Agar beliau selalu sukses, bintangnya bersinar terang, bebas dari penyakit dan awet muda

8. satyârjjava drdhabhakti muah ya dya yang mitráňya tuvi jáňgan ya kapata yang viniňya muláng anukula bhâryyâ muah ya varang sthá

Agar semua rakyatnya setia dan berdedikasi kepadanya. Agar tak seorang teman pun pernah mengkhianatinya dan para istrinya selalu setia. Di manapun beliau berada, agar tak ada pencurian, penipuan, pembunuhan, dan pelecehan seksual.

9. naňya lági curi ucca vadhaňya paradára di sána punarapi tmu ya kalyánamitra marvvaňgun vodhicitta dňgan maitri-

Agar beliau bertemu sahabat spiritual (kalyanamitra), mengembangkan bodhicitta dengan cinta kasih –

10. -dhari di dang hyang ratnatraya jaňgan marsárak dňgan dam hyang ratnatraya tathâpi nityakala tyaga marçila ksânti marvvaňgun viryya rájin

Mengandalkan Triratana dan tak pernah meninggalkan Triratna, selalu menjalankan pengentasan diri  (nihsarana), sila, kshanti dengan virya

11. tâhu di samiçrâiia cilpakalá paruvis samadhitacinta tmu ya prajnya smreti medhávi punarapi dhairyyamânï mahâsattva

Mengetahui perbedaan antara baik dan tidak, memiliki samadhi, prajna (intelek spiritual), smrti (perhatian penuh), untuk mencapai keadaan mahasattva

12. vajraçarïra anupamaçakti jaya tathapi játismara avikalendriya maňcak rupa stibhaga hásin halap ade-

Dengan vajrasarira – tubuh vajra yang sempurna dan penuh daya, menghilangkan kesalahpengertian (avidya), mempunyai kemampuan mengingat kehidupan-kehidupan lampau, memiliki indera-indera dan penampilan yang sempurna,

13. yavákya vrahmasvara jádi láki svayambhu puna(ra)pi tmu ya cintâmani nidhana tmu jnanavaçitâ karmmavaçita kleçavaçitâ

Dengan ucapan sempurna bagaikan suara Brahma yang muncul secara spontan seperti permata pengabul keinginan (cintamani nidhana), mengatasi halangan-halangan pengetahuan (jnanavacita), halangan-halangan karma (karmavacita) dan halangan-halangan klesha (kleshavacita)

14. avasâna tmu ya anuttarábhisamyaksamvodhi.

Hingga akhirnya mencapai Penggugahan yang Tak Terbandingkan, Lengkap dan Sempurna (Anuttarabhisamyaksambodhi).

Pendek kata, isi prasasti Talang Tuo adalah berupa doa-doa dedikasi, dimana hingga kini, doa-doa demikian masih dijalankan dan diyakini. Prasasti ini memperkuat bahwa terdapat pengaruh yang kuat dari cara pandang Mahayana pada masa tersebut, dengan ditemukannya kata-kata seperti bodhicitta, mahasattva, vajrasarira, dan annuttarabhisamyaksamvodhi, dimana istilah-istilah bahasa Sanskerta tersebut memang digunakan secara umum dalam ajaran Mahayana.

Meskipun ada yang menganggap bahwa istilah “vajrasarira” merujuk pada ajaran Tantrayana (Vajrayana), namun tidaklah serta-merta demikian karena istilah “vajrasarira” hanya mengacu pada ‘perwujudan keberadaan yang tak terhancurkan’ (the indestructible embodiment of beings’ existence). Hal yang paling menegaskan cara pandang yang dijalankan pada masa tersebut adalah digunakannya kata “anuttarabhisamyaksamvodhi” (Penggugahan yang Tak Terbandingkan, Lengkap dan Sempurna) yang mengacu pada pencapaian tertinggi dalam cara pandang Mahayana. Sedangkan pencapaian demikian dalam Tantrayana disebut “sukha-shunya-avinirbaga” (tak terpisahkannya sukha dan shunya), dengan demikian kemungkinan besar ajaran-ajaran pada masa tersebut adalah berdasarkan Mahayana.

Sumber: http://www.sudimuja.com

 



Tambahkan Artikel ini di situs jejaring sosial Anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP